Mau tau soal arsitektur, arsitek, desain, interior, konstruksi?
Selamat Datang.......
selamat datang di dunia arsitektur dan interior...blog ini berisi tentang berbagai informasi seputar dunia arsitektur, desain, seni dan budaya. berbagai hal tentang teori desain bangunan dan lansekap juga diposting di blog ini. ulasan jejak rekam arsitek terkenal dan juga bangunan-bangunan hasil karyanya akan selalu dihadirkan di sini...so..check this out!!! selamat membaca...salam


ARSITEKTUR VIHARA
Seni dan arsitektur Cina berasal dari kebudayaan Neolitik (Abad New Stone) sampai abad 20, yang menunjukkan kebudayaan yang paling lama bertahan. Prinsip yang mendasari segala aspek kebudayaan Cina -- keseimbangan yang harmoni - terlihat dalam banyak karya seni dan arsitekturnya. Arsitektur Cina merupakan suatu keseimbangan tradisi, agama dan inovasi, baik dari ide-ide masyarakatnya sendiri atau pengaruh dari luar.
Pengaruh dari luar yang paling berpengaruh bagi arsitektur Cina datang dari India. Tidak hanya segi arsitekturnya saja yang terpengaruh, tapi juga segi agama dan kepercayaannya, yaitu agama Budha. Vihara sebagai tempat peribadatan agama Budha memiliki arsitektur China yang khas.
A. Agama Budha dari India dan arsitektur china
Perjalanan luar negeri dan kekacauan politik mempengaruhi karakter arsitektur Cina selama berabad-abad. Budha yang masuk pada abad ke-4 setelah Masehi, membawa gaya baru terhadap arsitektur, seni, dan lukisan dari India. Sebagai tambahan, doktrin Budha menekankan pada kemampuan raga manusia setelah mati. Dan karenanya orang yang sudah mati harus dimakamkan sesuai ketentuan, yang dinamakan Hong Shui.
Sekitar abad ke-4, suatu aliran gaya menghasilkan kategori baru yang merupakan gabungan seni dan arsitektur Budha dengan tradisi Cina. Di Cina Barat, vihara di Dun-huang masih mempertahankan adanya lukisan dinding yang berdasar pada cerita-cerita sakral. Pagoda-pagoda dari kayu, bentuk arsitektural yang berdasar pada stupa India dan menara ciri khas dinasti Han, semuannya menunjukkan gabungan ini.
Pada masa Dinasti Sung, mulai dibangunlah bentuk-bentuk menara/bangunan peribadatan yang rendah dan mendekati bentuk vihara sekarang ini, yang akhirnya menjadi populer.
Vihara Byodoin - Salah satu bangunan vihara yang umum ditemui.
B. Geomansi Cina (Feng Shui/Hong Shui)
Salah satu hal yang paling mempengaruhi arsitektur Cina, terutama pada bangunan Vihara adalah Hong Shui. Hong Shui adalah seni meramal peruntungan baik atau buruk di masa yang akan datang, dari gambar yang terdiri dari titik-titik/garis sembarang yang terdapat pada permukaan bumi. Dan oleh kepercayaan Budha, hal ini dihubungkan dengan cara memakamkan orang yang sudah mati, karena itu dapatlah dikatakan bahwa peruntungan seseorang tergantung dari bagaimana baiknya nenek moyang mereka dikuburkan, dan juga bagaimana tepatnya rencana dan konstruksi tempat tinggal mereka dibangun sesuai dengan gakamkan orang yang sudah mati, karena itu dapatlah dikatakan bahwa peruntungan seseorang tergantung dari bagaimana baiknya nenek moyang mereka dikuburkan, dan juga bagaimana tepatnya rencana dan konstruksi tempat tinggal mereka dibangun sesuai dengan gakamkan orang yang sudah mati.
Karena itu dapatlah dikatakan bahwa peruntungan seseorang tergantung dari bagaimana baiknya nenek moyang mereka dikuburkan, dan juga bagaimana tepatnya rencana dan konstruksi tempat tinggal mereka dibangun sesuai dengan gakamkan orang yang sudah mati, karena itu dapatlah dikatakan bahwa peruntungan seseorang tergantung dari bagaimana baiknya nenek moyang mereka dikuburkan, dan Singapura, Hongkong, dan lain sebagainya. Karena itu dapat dikatakan bahwa Hong Shui berperanan penting dalam arsitektur Cina.
C. Filosofi
Lingkungan alami sekeliling akan mengungkapkan kehadiran ch’i laki-lakinya atau Yang-ch’i dalam wujud sang naga, dan ch’i perempuannya atau Yin-ch’i dalam wujud sang harimau. Dua macam ch’i atau alur energi vital pertanahan ini dikatakan bersifat panas dan dingin. Secara kiasan keduanya disebut Sang Naga Biru dan Sang Harimau Putih. Sang Naga Biru sebaiknya harus selalu di sebelah kiri atau di sisi timur, sedangkan Sang Harimau Putih di sebelah kanan atau di sisi barat. Ada kalanya keduanya juga diumpamakan sebagai bagian bawah dan bagian atas lengan manusia; dan pada tekukan lengan itulah harus dicari satu lokasi yang baik, dalam sudut yang tercipta oleh sang naga dan sang harimau, pada titik pusat di mana dua airan ch’i itu saling bertemu atau bersenggama. Yang terbaik ialah apabila dua lambing tadi membentuk sebuah tapal kuda, dalam pengertian bahwa kedua lereng pegunungan pelindung yang dimulai pada satu titik bergerak memencar ke kanan dan ke kiri dalam ujud lengkung yang bagus, sementara ujungnya agak membelok kedalam dan saling mendekat. Formasi pegunungan atau perbukitan seperti ini merupakan kekuatan indeks pasti akan adanya kehadiran dari seekor naga yang asli.
PENERAPAN FENG SHUI
1. ALIRAN BENTUK
Berdasarkan pada aliran bentuk, konsep dasar feng shui berkaitan dengan Chi dan posisi binatang langit pada landscape. Chi adalah hawa atau energi yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan. Ada tiga jenis bentuk Chi, yaitu : Chi yang bersirkulasi di udara, Chi yang bersirkulasi di tanah, dan Ch’i yang bersirkulasi dalam tubuh kita. Ada empat binatang langit yang mempengaruhi landscape di sekitar kita, yaitu : naga hijau di bagian kiri rumah, macan putih di bagian kanan rumah, phoenix merah di bagian depan rumah, dan kura-kura hitam di bagian belakang rumah. Bagian-bagian ini dilihat dari arah keluar dari pintu utama rumah. Berdasarkan kedudukan binatang langit, maka feng shui yang baik pada landscape adalah sebelah kiri rumah lebih tinggi, pintu utama menghadap ruang terbuka, dan bagian belakang rumah terdapat pendukung yang kuat dapat berupa dinding yang tinggi maupun gedung bertingkat. Akan lebih baik lagi apabila di bagian depan rumah ada aliran air yang mengalir, atau pada aliran bentuk disebut dengan naga air.
Selain itu, kondisi di sekitar kita juga berpengaruh terhadap feng shui rumah tinggal antara lain :
1. Jalan
Di dalam feng shui, jalan dianggap sebagai aliran air, karena laju kendaraan dianggap sebagai laju aliran sungai. Jalan yang mengelilingi rumah seperti jerat akan merugikan pemilik rumah. Jalan yang berkelok dan berkontur sangat baik dalam membawa aliran chi. Akan tetapi, rumah tidak boleh berada pada kelokan, karena chi yang mengalir dalam jalan akan membelah rumah seperti pisau. Rumah yang berada di antara dua jalan akan tergencet. Jalanan yang lurus mengarah ke rumah akan membawa sha chi yang merugikan. Persimpangan jalan T harus dihindari apalagi jika jalan tersebut terlalu curam. Jika terpaksa berhadapan dengan persimpangan jalan T maka dapat ditanam perdu dan pohon untuk memotong aliran sha chi yang masuk ke rumah.
2. Sungai atau Saluran air
Sungai yang aliran airnya tidak kuat dan berliku-liku di dekat rumah akan membawa aliran chi yang mengandung kesempatan dan kemakmuran. Tetapi perlu diperhatikan kebersihan airnya, karena air yang kotor dianggap menodai chi dan tidak menguntungkan.
Saluran air berhubungan dengan keuangan dan kesehatan pencernaan. Saluran air sebaiknya tidak mengalir ke arah pintu utama, tetapi langsung mengalir ke belakang rumah. Jika terpaksa karena keterbatasan lahan saluran air tersebut ditutup dengan penutup saluran. Selokan pembuangan air kotor hendaknya tertutup atau dapat ditutupi dengan tanaman di sekelilingnya.
3. Posisi Rumah
Posisi rumah berkaitan dengan bangunan yang ada di sekitarnya. Rumah sebaiknya tidak berdekatan dengan pemberhentian bis, tempat ibadah, rumah sakit, kuburan. Karena tempat-tempat tersebut menghasilkan chi yang merugikan. Lebih baik jika rumah menghadap ke taman bermain atau tempat terbuka terkait dengan naga air.
Letak rumah di tebing atau di atas bukit yang terisolasi kurang menguntungkan karena menyimpan berbagai kekuatan berbahaya yang tidak terlihat, dan sheng chi mudah tersebar cepat. Rumah yang berdekatan dengan laut juga perlu diperhatikan kondisi sekitarnya, sebab jika tidak terdapat elemen pendukung akan merugikan. Elemen pendukung itu dapat berupa bukit. Rumah di atas bukit dengan pemandangan laut sangat menguntungkan.
4. Struktur Sekitar Rumah
Struktur di sekitar rumah yang kurang menguntungkan, antara lain : antena televisi tetangga yang dianggap sebagai benda tajam, bentuk atap segitiga yang mengarah ke rumah, tiang-tiang (tiang listrik, tiang telepon, tiang lampu dan tiang iklan) di pinggir jalan, dan rambu-rambu lalu lintas.
Untuk menghindari struktur yang kurang menguntungkan di sekitar rumah, dapat dilakukan pencegahan dengan cara menempatkan pepohonan pada arah tembak struktur tersebut, dan juga dapat digunakan tirai untuk menyaring sha chi yang masuk melalui jendela dan pintu.
5. Bentuk Rumah
Bentuk rumah yang terbaik adalah persegi panjang dan bujur sangkar. Jika menginginkan bentuk yang tidak berarturan atau desain yang modern, maka perlu diperhatikan aliran chi yang masuk ke dalam rumah tidak terganggu, dan dihindari adanya sudut yang hilang dengan memasang cermin pada sudut tersebut. Ketinggian rumah sebaiknya mempertimbangkan bangunan yang ada di sekitarnya, karena feng shui itu menyelaraskan dengan keadaan lingkungan. Pemakaian pilar sebagai struktur pendukung di bawah rumah seperti pada rumah gadang tidak menguntungkan dimana rumah menjadi labil, karena tidak berdiri kokoh di atas tanah solid.
Di dalam penerapan interior terdapat satu hal yang tidak dapat kita abaikan terkait dengan feng shui, yaitu : warna. Pengaruh warna dalam penjabaran ilmu feng shui sangat penting dan kompleks sebab perhitungannya dapat mempengaruhi chi. Di dalam feng shui warna dinilai : mengandung energi kekuatan dan getaran, mencerminkan sifat dan karakter magnetik alam semesta, mempengaruhi perilaku emosi seseorang, dan mempunyai interaksi dengan kehidupan. Elemen warna dalam feng shui digunakan untuk : peningkatan, penyelarasan, pembenahan, dan pengobatan. Warna berhubungan dengan lima unsur yang diperoleh atau didapatkan dari tanggal kelahiran masing-masing, dimana masing-masing warna memiliki sifat yang berbeda-beda dan mendukung unsur yang berbeda pula.
PEMAHAMAN FENG SHUI
Di dalam pola pemikiran masyarakat Tionghoa, kehidupan di dunia ini dipengaruhi oleh 5 faktor, yaitu : takdir, keberuntungan, feng shui, filantropis, dan pendidikan. Pada saat sekarang ini feng shui bukan hanya dikonsumsi oleh masyarakat Tionghoa saja, tetapi telah lebih menasional, terbukti dengan adanya program acara TV, dan artikel koran yang membahas mengenai feng shui serta pengaplikasian feng shui pada bangunan-bangunan gedung di kota-kota besar.
Untuk dapat memahami feng shui, kita perlu tahu terlebih dahulu apa feng shui itu. Secara harafiah, feng itu berarti angin dan shui itu berarti air, kedua unsur inilah yang penting dalam geomansi Tionghoa, dimana kedua unsur ini dipercaya membawa energi kehidupan yang tak terlihat. Energi ini dapat berupa energi positif (Sheng Chi) yang menguntungkan dan energi negatif (Sha Chi) yang merugikan. Untuk dapat menanggulangi energi negatif inilah feng shui dipelajari sebagai suatu cara yang dapat membantu menciptakan lingkungan yang harmonis, sehat dan menguntungkan.
Feng shui adalah suatu ilmu pengetahuan lingkungan yang sederhana dan berdasarkan pada interprestasi alamiah yang memungkinkan orang Cina untuk menciptakan sistem natural yang efisien, dan juga mempelajari pergerakan energi yang menguntungkan. Setelah berabad-abad, interprestasi feng shui berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan-kebudayaan lokal, sehingga dari masa ke masa menjadi lebih kompleks dan rumit. Dengan mengerti konsep dasarnya, maka kita dapat memilih desain, image dan simbol-simbol yang berarti dari kebudayaan kita untuk mendukung kita memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Dengan adanya perkembangan feng shui dari masa ke masa, maka ada banyak aliran dan metode feng shui yang semuanya mengarah pada prinsip dasar feng shui, yaitu : untuk meningkatkan kehidupan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi serta selaras dengan lingkungan. Sejauh ini terdapat dua aliran feng shui yaitu : aliran bentuk dan aliran mata angin, dimana keduanya telah menghasilkan presepsi dan teori-teori yang berbeda-beda. Feng shui aliran bentuk tergantung dari kekuatan pengamatan seseorang dan analisa dari seseorang akan kondisi lingkungan sekitar, sedangkan aliran mata angin memakai pendekatan yang lebih matematis dengan menggunakan kompas mata angin.
Feng shui di dalam dunia modern merupakan suatu intuisi yang menggabung-gabungkan pandangan, sehingga kita harus menyamakan pandangan kita terlebih dahulu. Dengan demikian, kita akan dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar kita. Selain itu, untuk dapat memahami feng shui dalam dunia modern, kita perlu memperluas konsep ekosistem ini, termasuk di dalamnya aktivitas manusia, dampak dari kosmos (dalam hal ini suasana lingkungan sekitar), dan perkiraan konsekuensi keadaan lingkungan kita.