Mau tau soal arsitektur, arsitek, desain, interior, konstruksi?

Selamat Datang.......

selamat datang di dunia arsitektur dan interior...blog ini berisi tentang berbagai informasi seputar dunia arsitektur, desain, seni dan budaya. berbagai hal tentang teori desain bangunan dan lansekap juga diposting di blog ini. ulasan jejak rekam arsitek terkenal dan juga bangunan-bangunan hasil karyanya akan selalu dihadirkan di sini...so..check this out!!! selamat membaca...salam 

Jumat, 24 Juli 2009

TIPOLOGI ARSITEKTUR


Secara harfiah tipologi adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang tipe. Tipologi arsitektur atau dalam hal ini tipologi bangunan erat kaitannya dengan suatu penelusuran elemen-elemen pembentuk suatu sistem objek bangunan atau arsitektural. Elemen-elemen tersebut merupakan organisme arsitektural terkecil yang berkaitan untuk mengidentifikasi tipologi dan untuk membentuk suatu sistem, elemen-elemen tersebut mengalami suatu proyek komposisi, baik penggabungan, pengurangan, stilirisasi bentuk dan sebagainya. 
Elemen-elemen dasar adalah elemen-elemen geometrikal seperti segitiga, lingkaran dan segi-empat. Namun dalam perkembangan seni dan bentuk, elemen-elemen ini telah banyak mengalami morfologi / perubahan-perubahan bentuk secara besar-besaran. Hal ini terkait dengan daya kreatifitas seni manusia dan teknologi yang berkembang. Lalu bagaimana tipologi bentuk/ arsitektur itu dapat terwujud? Bagaimana elemen-elemen tersebut mampu membentuk tipe-tipe tertentu?
Menurut Eccles des Beaux Arts, salah satu dari 3 definisi tipologinya dijelaskan bahwa:
Definisi yang digunakan oleh ahli teori arsitektur dan arsitek Itali dan Perancis selama 2 dasawarsa, memperlakukan tipologi sebagai totalitas kekhususan yang menggambarkan saat diciptakannya karya arsitektural oleh suatu masyarakat atau suatu kelas sosial. 

Kemudian Anthony Vidler memberikan definisinya mengenai tipologi bangunan sebagai berikut:
Tipologi bangunan adalah sebuah studi/ penyelidikan tentang penggabungan elemen-elemen yang memungkinkan untuk mencapai/ mendapatkan klasifikasi organisme arsitektur melalui tipe-tipe. Klasifikasi mengindikasikan suatu perbuatan meringkas/ mengikhtiarkan, yaitu mengatur penanaman yang berbeda, yang masing-masing dapat diidentifikasikan, dan menyusun dalam kelas-kelas untuk mengidentifikasikan data umumnya dan memungkinkan membuat perbandingan-perbandingan pada kasus-kasus khusus. Klasifikasi tidak memperhatikan suatu tema pada suatu saat tertentu (rumah, kuil, dsb.) melainkan berurusan dengan contoh-contoh konkrit dari suatu tema tunggal dalam suatu periode atau masa yang terikat oleh ke-permanen-an dari karakteristik yang tetap/ konstan. 

Dari 2 definisi tersebut dijelaskan bahwa, dari definisi yang pertama menyatakan tipologi adalah sebuah totalitas kekhususan karya arsitektural yang diciptakan suatu masyarakat atau kelas sosial. Dalam hal ini dipahami ada beberapa atau kelompok bentuk arsitektural dalam masyarakat yang mempunyai ciri-ciri khusus. Kemudian ditambahkan bahwa yang disebut kelompok bentuk atau klasifikasi menurut Anthony Vidler adalah adanya suatu kelas-kelas yang mempunyai ciri-ciri tersendiri atau berbeda, yang dikenal dengan ‘langgam’. Kelompok berbagai ke-khusus-an karya arsitektural yang beragam tersebut bukan merupakan gejala tema temporal atau tertentu tetapi relevan disebut tipologi jika terikat dengan ke-permanen-an dari karakteristik yang tetap atau konstan. Ke-permanen-an ini sebenarnya bukan berarti perkembangan arsitektur menjadi statis, tapi kedinamisan yang stabil dalam jangka waktu tertentu. Dari segi masa menurut Yulianto Sumalyo ke-permanen-an karakteristik tidak terlepas dari perubahan bentuk, sehingga dijelaskan bahwa:
Perubahan bentuk dapat dibedakan menjadi 2 hal. Yang pertama perubahan bentuk secara pelan-pelan atau evolusioner dan yang kedua secara cepat. Yang digolongkan dalam kategori pertama adalah arsitektur klasik dan tradisional, berkembang mengalami perubahan dalam waktu berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun. Yang kedua arsitektur modern, berkembang dan berubah cepat, sejalan dengan cepatnya perkembangan teknologi dan penduduk. 
 
 Dari ke semua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan secara garis besar sebagai berikut: tipologi arsitektur adalah kegiatan yang berhubungan dengan klasifikasi atau pengelompokan karya arsitektural dengan kesamaan ciri-ciri atau totalitas kekhususan yang diciptakan oleh suatu masyarakat atau kelas sosial yang terikat dengan ke-permanen-an dari karakteristik yang tetap atau konstan. Kesamaan ciri-ciri tersebut antara lain:
1. kesamaan bentuk dasar, sifat dasar objek
2. kesamaan fungsi objek
3. kesamaan asal-usul sejarah/ tema tunggal dalam suatu periode atau masa yang terikat oleh ke-permanen-an dari karakteristik yang tetap/ konstan.

Tipologi dapat digunakan sebagai salah satu metode dalam mendefinisikan atau mengklasifikasikan objek arsitektural. Tipologi dapat mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu objek dan analisa perubahan tersebut menyangkut bentuk dasar objek atau elemen dasar, sifat dasar, fungsi objek serta proses transformasi bentuknya. 
Menurut Rafael Moneo, analisa tipologi dibagi menjadi 3 fase yaitu:
a. Menganalisa tipologi dengan cara menggali dari sejarah untuk mengetahui ide awal dari suatu komposisi; atau dengan kata lain mengetahui asal-usul atau kejadian suatu objek arsitektural.
b. Menganalisa tipologi dengan cara mengetahui fungsi suatu objek.
c. Menganalisa tipologi dengan cara mencari bentuk sederhana suatu bangunan melalui pencarian bangun dasar serta sifat dasarnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
Web Hosting