Mau tau soal arsitektur, arsitek, desain, interior, konstruksi?

Memuat...

Selamat Datang.......

selamat datang di dunia arsitektur dan interior...blog ini berisi tentang berbagai informasi seputar dunia arsitektur, desain, seni dan budaya. berbagai hal tentang teori desain bangunan dan lansekap juga diposting di blog ini. ulasan jejak rekam arsitek terkenal dan juga bangunan-bangunan hasil karyanya akan selalu dihadirkan di sini...so..check this out!!! selamat membaca...salam 

Sabtu, 08 Agustus 2009

METODE PEKERJAAN JALAN



METODE PEKERJAAN JALAN.......

A. PEKERJAAN PERSIAPAN


Uraian :
Pemasangan patok – patok badan jalan, bahu jalan, pembersihan lokasi, mobilisasi peralatan yang diperlukan, pemeliharaan terhadap arus lalu lintas, Pembuatan Brak Kerja.Dikerjakan terlebih dahulu.

B. PEKERJAAN JALAN

1. Uraian
Pekerjaan ini meliputi Leveling Hamparan Batu 5/7,Konstruksi LPB (telford),Lapis penetrasi.

2. Agregat
 Agregat Kasar
Untuk Agregat kasar ini terdiri dari batu / kerikil pecah ataupun satu campuran batu pecah dengan kerikil alami bersih yang sesuai.
 Agregat Halus
Terdiri dari pasir alami dan atau batu yang disaring dalam kombinasi yang cocok, bersih bebas dari kotoran, dan benda lain yang harus dibuang.
 Filler (Bahan halus pengisi)
Terdiri dari debu batu sabak / semen dan harus bebas dari benda lain yang harus dibuang.

3. Bahan Aspal
 Bahan aspal harus aspal semen gradasi kental

 Bahan adhesif (pengikat) dan anti pengelupasan



C. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Jenis peralatan berikut ini akan dipilih untuk penghamparan, pemadatan dan penyelesaian.
 Alat pengangkut
Sejumlah truk angkutan disediakan untuk mengangkut campuran aspal yang sesuai dengan program pekerjaan yang telah disetujui yang dilengkapi dasar (bak) logam rata ketat, bersihkan dan sebelumnya dilapisi minyak solar.

 Peralatan untuk penghamparan dan penyelesaian 
Peralatan untuk penghamparan dan penyelesaian harus satu paver (perata) bertenaga mesin sendiri yang bekerja sampai garis, kemiringan dari penampang melintang yang diperlukan dan memenuhi persyaratan terhadap volume dan penampilan kualitas.
 Peralatan Pemadatan.
Untuk Pemadatan lapis Levelling amparan batu 5/7,Konstruksi LPB (telford),
  Lapis Penetrasi, diperlukan peralatan berikut:
- Dua buah mesin gilas roda baja (tandem 6 – 10 ton total berat)
- Sebuah mesin gilas ban bertekanan 8,5 kg / cm2 dan ballast dari 1500 kg – 2500 kg muatan per roda.

1. Penyiapan Lapangan
a. Perkerasan lapangan dibersihkan dari bahan – bahan lepas dan lunak, serta dari setiap kerusakan.
b. Sebelum memasang permukaan lama harus kering dan dibersihkan.

2. Penghamparan
Penghamparan dengan mesin
a. Sebelum pengerasan dimulai, sceed spaver dipanaskan dan campuran aspal dimasukkan / dituang kedalam paver.
b. Selama pengoperasian pever, campuran aspal dilempar dan diratakan sampai ketinggian dan bentuk penampang melintang, ditentukan diatas seluruh lebar perkerasan atau selebar yang praktis.
c. Paver beroperasi pada satu kecepatan yang tidak menimbulkan retak, cabik – cabik atau sesuatu ketidakteraturan lainnya pada permukaan.
d. Jika suatu segredasi, penyobekan atau pencukilan permukaan terjadi, paver dihentikan dan tidak boleh berjalan kembali sampai penyebabnya ditemukan dan diperbaiki.
e. Campuran dijaga supaya tidak menggumpal dan mendingin pada sisi hopper atau dimana saja pada paver.
f. Bila jalan harus diperkeras separuh lebar pada suatu waktu, pengerasan separuh lebar pertama tidak boleh > 1 km di depan pengerasan separuh lebar jalan yang kedua.

3. Pemadatan
a. Prosedur Pemadatan
 Tahap awal penggilasan dan penggilasan akhir. Dikerjakan dengan mesin gilas roda baja. Penggilasan kedua atau penggilasan antara dilakukan dengan mesin gilas ban pneumatic.
 Kecepatan mesin gilas tidak boleh melebihi 4 km / jam untuk mesin gilas roda baja, dan 6 km / jam untuk gilas ban pneumatic.
 Penggilasan kedua atau penggilasan antara mengikuti sedekat mungkin di belakang penggilasan pemadatan awal. Penggilasan akhir dikerjakan jika bahan masih dalam kondisi cukup untuk membuang semua tanda bekas injakan roda mesin gilas. Untuk mencegah menempelnya campuran pada mesin gilas, roda – roda tersebut harus dijaga selalu bersih.

4. Penyelesaian
a. Alat berat atau mesin gilas tidak diizinkan berdiri diatas permukaan yang baru selesai sampai permukaan tersebut mendingin secara menyeluruh dan memadat.
b. Permukaan lapis Aspal Beton Pondasi Atas sesudah pemadatan harus halus dan rata sampai punggung jalan dan kemiringan yang ditetakan dalam toleransi yang ditentukan.


5. Penyelesaian Sambungan
Tidak boleh ada campuran yang dipasang menempel pada lapisan yang sudah digilas sebelumnya, kecuali pinggirannya telah dipotong sampai satu permukaan tegak.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile